Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Minggu, 22 Januari 2012

Alangkah Malangnya


ibarat org kafir“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disama-ratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun.” (An-Nisa’: 41-42)



Ayat diatas adalah gambaran orang-orang kafir di hari kiamat kelak. Pada hari itu tidak ada satupun manusia yang dianiaya oleh Allah. Timbangan akan ditegakkan tanpa ada kecondongan ke suatu pihak tanpa alasan sedikitpun. Orang yang beriman dan beramal sholih akan mendapat balasannya. Sedang orang yang kafir dan bermaksiat maka mereka tidak akan mendapat apa-apa kecuali siksa yang pedih. Orang yang kafir akan tertunduk lesu dan memelas di hadapan Allah agar bisa dikembalikan lagi ke dunia. 
Allah berfirman: “Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin". Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi) nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) daripadaku; "Sesungguhnya akan aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama. (As-Sajdah: 12-13)

Pada saat yang genting ini para rosul akan menjadi saksi atas ummat mereka masing-masing. Saat itu tidak satu pihak pun yang bisa menolak. Mulut tidak lagi bisa berbohong karena ia dikunci. Yang berbicara adalah tangan, dan kakinya sebagai saksi.
Allah berfirman: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (Yaasin: 65)

Hari itu adalah hari yang sangat dasyat. Seseorang tidak lagi sanggup berlindung dengan hartanya, tidak lagi bisa mengandalkan bapaknya maupun anaknya. Hingga orang kafir berkehendak disamakan dengan tanah. Dalam arti tidak ada pertanggungjawaban amal, tidak ada siksa tapi juga tidak ada nikmat. Namun nasi telah menjadi bubur. Mereka telah terlahir dan hidup di dunia. Mereka telah menikmati dan mereguk nikmat Allah. Kinilah saatnya pertanggungjawaban. Maka merugilah mereka yang tidak menyiapkan dirinya.

Wallahua'lam ,,,,,,

Semoga bermanfaat
WassalamuAlaikm
Taken from : Arrahmah -Putri


Tidak ada komentar:

Posting Komentar